POLISITEMIA

Kamis, 22 Juli 2010
Definisi
Kelebihan dari volume semua jenis sel darah lebih dari normal sehingga tejadi peningkatan viskositas dan volume darah. Yang biasanya meningkat adalah sel darah merah.
Terdiri atas: polisitemia relative dan polisitemia absolute.

POLISITEMIA RELATIF
Definisi : polisitemia yang timbul jika volume plasma berkurang tetapi volume sel darah merah dalam sirkulasi normal. Sehingga hematokrit bisa meningkat, pada pria sampai 53% dan wanita 46%.
Penyebab uitama adalah dehidrasi, yang dapat ditimbulkan pada kondisi:
1. peningkatan kehilangan cairan ; seperti pada pemberian diuretik, muntah berlebihan, luka bakar.
2. penurunan asupan cairan

POLISITEMIA ABSOLUT
Definisi: polisitemia yang menyatakan keadaan dimana massa sel darah merah benar-benar meningkat. Dapat terjadi baik secara primer (polisitemia vera) maupun sekunder sebagai akibat dari masalah medis yang sudah ada sebelumnya.
Pada penyakit kardiopulmonar dimana terjadi penurunan saturasi oksigen arteri sehingga merangsang pembentukan etritropoesis. Pada tumor ginjal dapat merangsang pembentukan eritropoetin.
Pada polisitemia vera terjadi abnormalitas pada sel-sel induk yang pluripotemsial. Ditandai dengan leukositosis, eritropoesis, dan trombosis yang nyata. Volume plasma biasanya normal dan dapat terjadi vasodilatasi untuk menampung jumlah sel yang meningkat.
GEJALA
1. mata merah membara
2. rasa penuh di kepala
3. nyeri kepala
4. pusing
5. sukar konsentrasi
6. pandangan kabur dan prusitus setelah mandi
7. trombosis dan perdarahan, o.k peningkatan volume, tomobistosis dan fungsi trombosit yang abnormal.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
1. Hb >> (>18%)
2. Hct >>
3. volume darah >>






















LEUKOSITOSIS
Definisi: peningkatan leukosit >10.000/ mm3.
Leukosit meningkat sebagai respon fisiologis untuk meklindungi tubuh dari serangan mikroorganisme. Terhadap infeksi/radang akut. Netrofil meninggalkan daerah marginal lalu masuk ke daerah infeksi, sumsum tulang meningkatkan granulopoesis

LEUKIMIA
Definisi : suatu kondisi proliferasi leukosit yang tidak tekontrol.
Kondisi ini mnyebabkan sisitem imun tidak dapat mempertahankan tubuh dari invasi benda-benda asing. Pada leukimia jumlah angka leukosit dapat mencapai 500.000 / mm3, dibandingkan dengan angka normal maximal 11.000/mm3, tetapi karena sebagian besar adalah sel leukosit yang tidak matur maka leukosit tidak dapat melakukan tugas pertahanan tubuh dengan baik.
Konsekuensi dari kondisi leukimia adalah terdesaknya jumlah jenis sel darah yang lain di sumsum tulang, sehingga dapat terjadi anemia oleh karena eritropoesis berkurang dan dapat terjadi perdarahan oleh karena jumlah trombosit pun kurang (trombositopenia).
Infeksi dan perdarahan hebat merupakan penyebab kematian yang tersering pada pasien leukimia.

0 komentar:

Posting Komentar