Anatomi-Sistem Indera

Selasa, 21 Desember 2010
Mata dan Indera Penglihatan





A. Struktur
1. Lapisan Luar yang keras adalah tunika fibrosa.
a. sklera : memberi bentuk pada bola mata
b. kornea : mentransmisi cahaya dan memfokuskan cahaya
2. Lapisan Tengah disebut tunika vaskular
a. lapisan koroid
b. badan siliaris
c. iris
d. pupil

3. Lensa adalah struktur bikonveks yang bening tepat dibelakang pupil dengan elastisitas yang sangat tinggi.

4. Rongga Mata
a. Rongga anterior
b. Rongga posterior

5. Retina adalah lapisan yang tipis dan transparan. Terdiri dari :
a. Lapisan terpigmentasi luar
b. Lapisan Jaringan saraf dalam (optikal)
c. Bintik buta (diskus optik)
d. Lutea makula
e. Fovea centralis
f. Jalur visual ke otak

B. Karakteristik Optik Mata
1. Refraksi
a. Kornea
b. Lensa
c. Cairan Aquosus
2. Akomodasi
3. Defek Visual
a. Miopia
b. Hipermiopi
c. Astigmatisme





Telinga: Indera Penglihatan dan Ekuilibrium

A. Struktur Telinga
1. Telinga Luar terdiri dari pinna/aurikula, yaitu kartilago yang emnangkap gelombang bunyi dan menjalarkan ke kanal auditori external (meatus).
2. Membran Timpani (gendang telinga) adalah perbatasan telinga tengah. Memiliki tegangan, ukuran, dan ketebalan yang sesuai untuk menghantarkan gelombang bunyi secara mekanis.
3. Telinga tengah
a. Tuba Eustachius. Saluran ini berfungsi menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membran timpani.

4. Osikel Auditori. Tulang-tulang ini mengarahkan getaran dari membran timpani ke fenestra vestibuli.
Otot stapedius dan otot timpani berfungsi pelindung untuk meredam bunyi.


5. Telinga Dalam
a. Labirin tulang
b. Labirin membranosa

B. Ekuilibrium dan Aparatus Vestibular
Aparatus vestibular adalah istilah yang dipakai untuk ultrikulus, sakulus, dan duktus semisirkular yang mengandung reseptor untuk ekuilibrium dan keseimbangan.
1. Ekuilibrium statis: kesadaran atas posisi kepala terhadap grafitasi jika tubuh tidak bergerak.
2. Ekuilibrium dinamis: kesadaran akan posisi kepalasaat merespon gerakan angular atau rotasi.
3. Jalur saraf untuk indera ekuilibrium : nervus kranialis V, VII, IX, dan X selain cabang saraf servikalis kedua dan ketiga.


Gustasi : Indera Pengecap

A. Struktur Kuncup Pengecap
1. Reseptor/ Kuncup pengecap
2. Papila
3. Masing-masing reseptor merupakan sekumpulan sel penunjang dan sel sensorik serta dibasahi oleh saliva.

B. Fungsi Kuncup Pengecap
1. Substansi yang dirasakan harus larut dalam saliva.
2. Harus bekerjasama dengan reseptor pada rambut pengecap. Sepanjang nervus fasial dan saraf glossofaringeal melalui jalur pengecap menuju insula korteks serebral.
C. Sensasi Rasa
1. Manis diujung lidah
2. Asam dibagian samping lidah
3. Asin dirasakan dseluruh area lidah tapi reseptornya terkumpul dibagian samping lidah.
4. Pahit dirasakan dibagian belkang lidah.
OLFAKSI

A. Kemoreseptor olfaktori adalah nueuron khusus yang terletak dalam epitelium olfaktori dilangit-langit rongga nasal.
B. Epitelum olfaktori mengandung sel penunjan, sel basal, dan sel olfaktori yang merupakan neuron bipolar dendrit yang berakhir pada rambut halus olfaktori yang menonjol dalam mukus yang melapisi rongga nasal.
C. Mekanisme stimulasi sel-sel olfaktori melalui bu tidak dikethui dngan lengkap. Depolarisasi terjadi dan mengakibatkan potensial aksi yang dihantarkan disepanjang serabut saraf olfaktori sampai ke hulbus olfaktor dan area olfaktori dalam korteks serebral
D. Reseptor olfaktori mengadaptasi bau dengan cepat.




INDERA PERABA


A. Struktur Kulit
1. Lapisan kulit manusia terdiri atas beberapa lapisan, yaitu :

a. Epidermis (Kutikula) : Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit, yang memiliki struktur tipis dengan ketebalan sekitar 0,07 mm terdiri atas beberapa lapisan, yaitu :
Stratum korneum yang disebut juga lapisan zat tanduk
1. Stratum lusidum, yang berfungsi melakukan “pengecatan” terhadap kulit dan rambut
2. Stratum granulosum, yang menghasilkan pigmen warna kulit, yang disebut melamin
3. Stratum germinativum, sering dikatakan sebagai sel hidup karena lapisan ini merupakan lapisan yang aktif membelah.




b. Dermis : Jaringan dermis memiliki struktur yang lebih rumit daripada epidermis, yang terdiri atas banyak lapisan. Jaringan ini lebih tebal daripada epidermis yaitu sekitar 2,5 mm. Dermis dibentuk oleh serabut-serabut khusus yang membuatnya lentur, yang terdiri atas kolagen, yaitu suatu jenis protein yang membentuk sekitar 30% dari protein tubuh. Kolagen akan berangsur-angsur berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Itulah sebabnya seorang yang sudah tua tekstur kulitnya kasar dan keriput. Lapisan dermis terletak di bawah lapisan epidermis. Lapisan dermis terdiri atas beberapa bagian, yaitu
1. Akar Rambut
2. Pembuluh Darah
3. Kelenjar Minyak (glandula sebasea)
4. Kelenjar Keringat (glandula sudorifera)
5. Serabut Saraf

c. Pada lapisan dermis kulit terdapat puting peraba yang merupakan ujung akhir saraf sensoris. Ujung-ujung saraf tersebut merupakan indera perasa panas, dingin, nyeri, dan sebagainya. Oleh karena itu kulit merupakan organ terluas dimana pada organ ini terdapat reseptor panas (ruffini), tekanan (paccini), dingin (krause), rasa nyeri atau sakit (ujung saraf bebas), serta reseptor sentuhan (meissner).

0 komentar:

Posting Komentar