KALENJAR ENDOKRIN

Selasa, 01 Februari 2011


Hormon

 Adalah bahan kimia yang disekresikan oleh sel atau organ yang akan mempengaruhi sel atau organ lain(organ target) dengan cara mengaktivkan siklik AMP dan gen.
 Fungsi utama hormon adalah dalam berbagai fungsi metabolik, transport suatu zat melalui membran sel atau kecepatan reaksi kimia dalam tubuh.
Dalam mengatur sekresi hormon diperlukan mekanisme׃
a. Kontrol umpan balik.
kelenjar hormon yang menghasilkan hormon atas dasar pengaruh dari hormon lain, dan sekresi kelenjar tersebut justru mengurangi sekresi hormon yang pertama tadi, hal ini disebut umpan balik negatif. Contohnya pada tiroid dan TSH juga estrogen dengan FSH.
b. neurohumor
Neurosekresi yang dihasilkan oleh sel atau kelompok syaraf dimana untuk mencapai kelenjar endokrin perlu melalui pembuluh darah atau syaraf. Misalnya neurohumor yang diproduksi hipotalamus.
c. Kadar zat terlarut, organik dan anorganik.
konsentasi suatu zat akan mempngaruhi sekresi suatu hormon. Contoh :
kadar gula darah terhadap insulin juga kadar Ca terhadap hormon paratiroid.
d. Persyarafan langsung
Adanya sekresi hormon secara cepat akibat rangsangan saraf melalui
rangsangan elektris. Misalnya syaraf simpatis terhadap kelenjar adrenal.

Poros hipofisa –hipotalamus
 Hipotalamus adalah bagian depan dari diencephalon.
 Hipofise adalah kelenjar pituitari ter;etak di dasar otak. Merupakan kelenjar pengatur tubuh manusia sehingga disebut kelenjar induk.
 Kelenjar hipofise tidak dapat berfungsi secara otonom tetapi diatur oleh hipotalamus.

Hipotalamus
 Mengeluarkan hormon yang akan membuat hipofise mensekresi hormon tertentu, yaitu:
a. Thyrotropin releasing hormon/ TRH.
mempengaruhi hipofise untuk mensekresi Thyroid stimulating hormon/TSH dan Prolaktin.
b. Gonadotropin releasing hormon/GnRH.
mempengaruhi hipofise untuk mensekresi Folikel stimulating hormon/ FSH dan Luteinizing hormon/LH.
c. Corticotropin releasing hormon/CRH
mempengaruhi hipofise untuk mensekresi adenocorticotropin hormon/ACTH.
d. Growth hormon releasing inhibiting hormon/GHRIH.
menghambat hipofise dalam mensekresi growth hormon/GH.
e. Prolacting releasing inhibiting hormon/PRIH
menghambat hipofise dalam mensekresi prolaktin/PRL.


HIPOFISE
 Kelenjar hipofise terbagi menjadi 2 bagian :
1. Lobus posterior disebut neurohipofise.
mensekresi antidiuretik hormon/ADH/vasopresin dan oksitosin.
2. Lobus anterior disebut adenohipofise.
mensekresi growth hormon, PRL,TSH,FSH,LH,ACTH,Beta endorphin.
Pembagian hormon anterior hipofise
1. Corticotropin ׃ ACTH dan Beta endorphin.
2. Glycoprotein ׃ LH,FSH,TSH.
3. Somatomammotropin ׃ GH, PRL.
 Panhipopituitarisme atau defisiensi kelenjar pituitariyang menyeluruh biasanya disebabkan oleh tumor jenis adenoma kromofob juga oleh adanya kerusakan vaskuler yang nampak pada sindroma sheehan.
Growth hormon
 Sekresi paling banyak pada waktu tidur.
 Kadar pada orang dewasa 400чg/dl dan pada remaja 700чg/dl sedang pada pagi hari sekitar 5ng/dl.
 Sekresi GH dipacu oleh ׃
• Kadar glukosa darh yang rendah.
• Dopamin
• Latihan
• Stress
Fungsi GH
1. Metabolisme lemak.
menyebabkan peningkatan asam lemak bebas dan peningkatan oksidasi asam lemak dalam hati.
2. Metabolisme karbohidrat.
menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah .
3. Metabolisme protein.
meningkatkan sintesis protein dan transport asam amino ke dalam sel otot.
4. Metabolisme mineral.
menyebabkan retensi natrium, kalium dan klorida.
menyebabkan peningkatan sekresi kalsium.
menyebabkan penurunan sekresi fosfat.
keseimbangan tersebut menyebabkan peningkatan pertumbuhan tulang.
 Produksi berlebihan terjadi pada orang dewasa karena adanya tumor sel asidofil atau tumor sel kromofob. Gejala berupa akromegali, hipertrofi otot jantung dan otot rangka serta pembengkakan tulang rawan.

 Diagnosis akromegali bila kadar GH adalah 10 ng/dl.
 Produksi GH berkurang terjadi pada anak dengan tubuh kecil dan proporsi bagian tubuh normal.


Prolaktin
 Prolaktin diperlukan dalam perangsangan awal produksi air susu.
 Kadar meningkat pada kehamilan tua dan puncak produksi pada permulaan laktasi.
 Kadar fisiologis berguna untuk memacu produksi air susu.
 Kadar berlebihan memacu perkembangan payudara.
 Disekresi oleh sel asidopil pada hipofise.
 Sekresi dipacu oleh penekanan sekresi hormon PRIH pada hipotalamus yaitu oleh dopamin, kadar estrogen yang tinggi juga oleh TSH.
 Jadi prolaktin meningkat pada kadar dopamin yang rendah dan adanya kerusakan hipotalamus atau tumor.
 Hipersekresi prolaktin menyebabkan ׃
a. Wanita = amenorea dan anovulasi.
b. Pria = ginekomasti dan impotensi.


FSH = folikel stimulating hormon
 Pada wanita FSH memacu pertumbuhan folikel.
 Pada pria FSH berikatan dengan sel sertoli, menginduksi protein pengikat androgen yang mengangkut testosteron ke tubuli seminiferus dan epididimus untuk spermatogenesis.
 Kadar FSH rendah pada bayi dan meningkat pada pubertas.
 Pada wanita kadar FSH puncaknya bisa 10x lipat pada ovulasi atau menjelang ovulasi.
 Apabila FSH tidak disekresi akibatnya׃
a. Wanita = ovulasi tak terjadi.
b. Pria = testis atropi sehingga produkasi sperma berhenti.


LH= luteinizing hormon
 Puncak sekresi LH tergantung estradiol pada pertengahan siklus menstruasi untuk memacu ovulasi.
 Fungsi LH ׃
a. Wanita .
mempertahankan korpus luteum yang berfungsi memproduksi progesteron. Untuk selanjutnya fungsi LH digantikan oleh hormon plasenta yaitu HCG(human chorionic gonadotropin hormon). HCG ini akan meningkat sesaat setelah implantasi, sehingga bisa digunakan untuk deteksi kehamilan.
b. Pria
memacu produksi testosteron dan bersama-sama FSH meningkatkan spermatogenesis.
c. Fungsi sistemik.
untuk perkembangan ciri seks sekunder dan pemeliharaan organ seks tambahan yaitu prostat, vas defferens dan vesikula seminalis.


Oksitosin
 Fungsi fisiologik oksitosin adalah merangsang kontraksi sel mioepitel yang mengelilingi alveoli mammae, sehingga memacu aliran susu ke dalam sistem duktus alveolaris dan menyebabkan ejeksi air susu.
 Sekresi meningkat pada awal laktasi.

Antidiuretik hormon (ADH)
 Kadar rata-rata pada orang dewasa adalah 2,3-3,1чg/ml.
 Sekresi ADH dipacu oleh׃
a. Berkurangnya volume darah sampai 10%.
b. Obat-obat morfin, barbiturat, kolinergik dan histamin.
 ADH berfungsi untuk mempengaruhi jumlah air yang diekskresi melalui ginjal di tubulus kontortus distal dan duktus kolektifus, yaitu dengan cara mempengaruhi sel epitel sehingga air dalam tubuli berhubungan dengan cairan interstitial medula ginjal yang hipertonik sehingga terbentuk urin pekat.
 Gangguan sekresi ADH ׃
a. Diabetes insipidus.
gejala khasnya urin lebih dari 3L/hari, osmolalitas urin kurang dari 300mOsm/Kg atau BJ urin kurang dari 1.010
 Diagnosis diabetes insipidus ditegakkan dengan melihat perubahan sekresi urin sebagai akibat perubahan volume cairan tubuh yaitu dengan prinsip ׃
 Pada orang normal puasa antara 8-12 jam akan mempertahankan osmolalitas serum dan sekresi urin dengan osmolalitas 800mOsm/Kg atau lebih. Sedang pada keadaan defisiensi ADH osmolalitas urin tidak dapat meningkat lebih dari 300mOsm/kg.
b. Syndrome of inappropriate ADH secretion (SIADHS).
suatu keadaan terjadinya kepekatan urin yang berlebihan dibandingkan dengan osmolalitas serum.
diakibatkan oleh kelainan pengaturan hipotalamus – hipofise atau adanya ADH yang berlebihan.
gejala khasnya adalah osmolalitas serum dan kadar natrium rendah pada waktu urin hipertonik, atau dengan kata lain adanya osmolalitas urin yang tinggi tetapi tidak sesuai dengan kadar natrium dan osmolalitas serum.

Kelenjar Tiroid
 Tiroid merupakan kelenjar hormon yang terbasar dengan berat lebih kurang 15-40 gram, terdiri atas 2 lobus tiroid yang dihubungkan oleh istmus tiroid, dimana lobus kana lebih besar dari lobus kiri. Terlatak di bawah laring dan melekat ditrakhea bagian depan.
 Pada wanita lebih besar daripada pria.
 Pada masa kehamilan, laktasi,remaja dan pada akhir siklus haid biasanya membesar.
 Aktifitas biologi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid membutuhkan yodium yg berasal dari makanan yang diserap pada usus kecil yg kemudian diubah menjadi ion yodida. Kebutuhan yodium sehari 150-200чg.
 Kelenjar pituitrin/hipofise memproduksi TSH yang merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid. TSH sendiri dipacu oleh TRH yang dihasilkan oleh hipotalamus sedang sekresi TRH dipengaruhi oleh kadar T3 dan T4.
 TRH mencapai hipofise anterior dan bergabung dengan reseptor tertentu pada tirotrof kemudian meningkatkan sintesis dan sekresi TSH.
 Sekresi TSH mencapai puncak pada malam hari pukul 22.00-02.00.
 TSH mencapai kelenjar tiroid dan bergabung dengan reseptor membran tiroid tertentu yg diikuti dengan stimulasi aktivitas adenilat siklase dan generasi cAMP yang pada akhirnya meningkatkan sekresi hormon tiroid.

Metabolisme hormon tiroid
 Produk sekresi utama adalah T4.
 20% dari total T4 mengalami monodeiodinasi menjadi T3.
 Selanjutnya T3 mengalami dideiodinasi menjadi diiodotironin (T2)dan monoiodotironin.
 T4 dan T3 dalam plasma dimetabolisasi pleh jaringan tepi dan diekskresi melalui hepar dan ginjal.
 Dlm plasma T3 dan T4 diangkut oleh protein pengikat seperti Thyroxine Binding Globuline (TBG) dan Thyroxine Binding Albumine (TBA). T3 mempunyai ikatan paling besar dengan Albumine sedangkan T4 lebih banyak terikat dengan Globuline.
Fungsi hormon tiroid
1. Perkembangan fetus.
sangat penting untuk perkembangan fetus terutama perkembangan sistem neuron dan skelet. Hormon tiroid materna tidak dapat menembus plasenta sehingga fetus tergantung sintesis hormon tiroid dari kelenjar tiroidnya sendiri.
2. Konsumsi oksigen dan produksi panas.
3. Kardiovaskuler, simpatetik dan pulmo.
meningkatkan out put jantung, mendorong hipoksia dan hiperkapnia pada sistem ventilasi sehingga pusat respirasi terrangsang.
4. Hematopoesis
meningkatkan eritropoesis, meningkatkan disosiasi oksigen dari hemoglobin.
5. Endokrin
meningkatkan metabolisme dan clearence berbagai hormon.
6. Tingkat molekuler
meningkatkan aktivitas transkripsi RNA, meningkatkan sintesis protein baru.

Kelainan fungsi hormon tiroid
A. HIPOTIROIDISME
berhubungan dengan penurunan fungsi kelenjar tiroid dan tidak cukupnya aktivitas hormon tiroid.
hipotiroidisme dapat ׃
1. Primer = gagalnya tiroid
2. Sekunder = defisit TSH
3. Tertier = defisit TRH
4. Kelainan reseptor T4 dalam sel yang menimbulakn resistensi.


Gejala hipotiroidisme
 Hipotiroidisme intrauterine menyebabkan kretinisme.
 Menyebabkan hipertermia
 Out put jantung rendah
 Kontraksi dan relaksasi miokardium lambat.
 Hipovebtilasi dengan hipoksia dan hiperkapnia.
 Menyebabkan anemia
 Akumulasi glikosaminoglikan.
Penyebab hipotiroidisme
 Obat-obat anti tiroid seperti carbimazol
 Agen kimia seperti lithium
 Congenital/bawaan
 Defisiensi iodine akibat intake yodium kurang.
 Post operasi tiroid.
Hipertiroidisme
 Berkaitan dengan peningkatan produksi kelenjar tiroid atau adanya kebocoran kelenjar tiroid.
 Disini terjadi peningkatan kadar T4 dan T3 total atau salah satu diantaranya.
 Penyebab yang paling sering adalah ׃
 Grave‘s disease merupakan penyakit autoimun.
 Adenoma tiroid


Kelenjar Adrenal
 Kelenjar adrenal pada orang dewasa beratnya 5-7 gr, terbagi atas kortex dan medulla.
 Medulla adrenal terletak bagian dalam dan dikelilingi oleh kortex.
 Kortex adrenal menghasilkan 3 jenis hormon steroid yaitu glukokorticoid atau glukosteroid,mineralokortikoid dan hormon androgen adrenal yg oleh liver diubah menjadi testosteron.
Androgen Adrenal
 Sekresinya dipacu oleh ACTH tetapi produksi ACTH dipengaruhi oleh kadar glukokrtikoid sehingga kadar androgen adrenal tidak berkaitan langsung dengan ACTH.
 Hasil metabolisme hormon androgen dlm bentuk 17 ketosteroid.
 Pada pria 17 ketosteroid ini berasal dari androgen testis.
 Pda wanita dan anak-anak 17 ketosteroid berasal dari adrenal.
 Kelainan berupa aktivitas androgen adrenal yang berlebihan menyebabkan VIRILISME ADRENAL.
 Kelainan ini biasanya disebabkan oleh hiperplasia kelenjar berupa tumor/karsinoma.
 Bisa juga disebabkan kelainan enzimatik bawaan pada sintesis kortisol sehingga produksi kortisol terhambat akibatnnya terjadi peningkatan ACTH yang mengakibatkan hiperfungsi dari adrogen adrenal sehingga terjadi peningkatan 17 ketosteroid yang tinggi


Glukokortikoid
 Sekresinya dipacu oleh ACTH sedangkan pengeluaran ACTH diatur oleh kadar hormon glukokortikoid bebas yang beredar.
 Hormon glukokortikoid yang utama adalah kortisol dan paling banyak berikatan dengan protein globulin dlm bentuk Cortisol Binding Globulin kurang lebih 90% sisanya berikatan dengan albumin.
 Setelah dimetabolisme dalam hati akan dikeluarkan lewat urin dlm bentuk 17 hidrokortikoid.
Fungsi glukokortikoid
 Meningkatkan katabolisme protein.
 Meningkatkan glikogenolisis hepar
 Meningkatkan glukoneogenesis hepar
 Menekan sekresi ACTH
 Meningkatkan sensitivitas arteriole terhadap aksi noradrenalin
 Mempengaruhi efeh ekskresi air.
Kelainan hormon kortikosteroid
 Berupa ׃ - hipofungsi kortikosteroid
- hiperfungsi kortikosteroid.
 Hipofungsi kortikosteroid berupa penyakit Addison.
 Penyebabnya adanya autoantibodi.
 Gejala ׃
 Tubuh lemah
 Hipotensi, hiponatremia, hiperkalemia.
 Menurunnya kemampuan mempertahankan kadar gula darah.
Hiperfungsi kortikosteroid
 Berupa Sindroma Cushing/Cushing Syndrome.
 Penyebab adanya adenoma kelenjar hipofise atau adanya hiperfungsi sekelompok sel yang disebut mikro-adenoma sehingga terjadi hipersekresi ACTH.
 Gejala ׃
 Menurunnya toleransi glukosa
 Hiperkolesterolemia
 Alkalosis hipokalemia

Mineralokortikoid
 Hormon mineralokortikoid yang utama adalah aldosteron.
 Sekresinya dipacu oleh angiotensin.
 Fungsi aldosteron adalah menyebabkan retensi natrium sehingga menimbulkan retensi air dan penambahan volume darah.
 Dalam sirkulasi kadarnya rendah sekali.
 Hasil metabolisme tidak diekskresikan lewat urin.

Kelainan hormon aldosteron
 Berupa hiperaldosteronisme yaitu Sindroma Conn.
 Penyebab adanya adenoma soliter atau adanya hiperplasia sel glomerulosa bilateral.
 Gejala ׃
 Kadar kalium rendah.
 Ekskresi kalium urin meningkat lbh dr 50mEq/24 jam.
 Berat jenis urin rendah akibat ekskresi urin yang berlebihan.
 Proteinuria.
 pH alkalis
 Kadar natrium meningkat dalam darah.
MEDULLA ADRENAL
 Medula adrenal memproduksi epineprin dan noeepineprin.
 Aksi fisiologi dari epineprin dan norepineprin sangat berlawanan.
 Sekresi epineprin oleh kelenjar adrenal sedang norepineprin sebagian besar disekresai oleh ujung-ujung saraf simpatis dan hanya sebagian kecil oleh adrenal.
Perbedaan epineprin dan norepineprin
Epineprin
 Lokasi produksi di kelenjar adrenal.
 Metabolisme akan mengalami degradasi cepat.
 Meningkatkan denyut jantung
 Meningkatkan tekanan arteri
 Menurunkan resistensi vaskuler tepi
 Ekskresi urin <20чg/24jam
Norepineprin
 Lokasi produksi di kel. Adrenal dan ujung saraf tepi.
 Metabolisme disimpan jaringan
 Menurunkan denyut jantung
 Menurunkan tekanan arteri
 Meningkatkan resistensi vaskuler tepi.
 Ekskresi urin <100чg/24jam

Kelainan fungsi medula adrenal
 Berupa tumor Feokromositoma yang mensekresi katekolamin yaitu epineprin dan norepineprin.
 Gejala ׃
 Takikardia
 Penurunan berat badan
 Hipermetabolisme
 Hiperglikemia dengan glukosuria

KELENJAR PARATIROID
 Fungsi kelenjar paratiroid adalah memproduksi hormon paratiroid/PTH atau Parathormon.
 Fungsi dari PTH atau Parathormon adalah untuk menjaga agar kadar kalsium darah tetap tinggi, dimana sekresi PTH dipengaruhi oleh kadar kalsium dalam darah.
 Kadar kalsium rendah akan memacu sekresi dari PTH sebaliknya kadar kalsium yang tinggi akan menekan sekresi dari PTH.



Kelainan hormon paratiroid
A. Hiperparatiroid
produksi PTH berlebihan.
penyebabnya biasanya oleh karena adenoma soliter.
gejalanya terdapat kadar fosfat serum meningkat dan kadar kalsium darah mengarah dalam batas normal.
B. Hipoparatiroid
produksi PTH kurang atau bahkan tak ada.
penyebab akibat dikeluarkannya kelenjar paratiroid pada tindakan bedah pengambilan kelenjar tiroid bisa sengaja maupun tidak sengaja.

KELENJAR GONAD
A. Estrogen
estrogen pada pria dalam jumlah sedikit sehingga disebut hormon perempuan. Ada tiga jenis estrogen yaitu estriol,estron dan estradiol. Kadar puncak tercapai saat pubertas. Fungsinya adalah ׃
1. Pertumbuhan alat-alat kelamin sehingga menimbulkan tanda-tanda kelamin sekunder.
2. Perkembangan payudara.
3. Menyebabkan kendir servic lebih tipis sehingga mudah ditembus sperma.
4. Meningkatkan osteoblastik.
5. Menyebabkan retensi natrium, klorida dan air sehingga menyebabkan ekskresi urin berkurang.
6. Sehingga bila masa prememstruasi terjadi jumlah urin sedikit dan pada menopause terjadi osteoporosis pada wanita akibat menghilangnya estrogen.

B. Progesteron


 Progesteron menimbulkan umpan balik negatif terhadap hipotalamus.
 Fungsi antara lain׃
1. Pada endometrium mempersiapkan nidasi dan pada wanita hamil mengurangi kepekaan terhadap oxytosin.
2. Menyebabkan sekret leher rahim kental, keruh dan sedikit sehingga mempersulit masuknya sperma.
3. Menyebabkan peningkatan ekskresi natrium.
4. Untuk kontrasepsi hormonal.
C. Testosteron
 Pada pria testis berfungsi untuk menghasilkan sperma dan hormon testosteron.
 Sel leidyg mensekresi protein pengikat androgen atau ABP yang akan mengikat testosteron sebagai jawaban terhadap rangsangan FSH.
 Fungsi testosteron adalah ׃
1. Perkembangan kelamin sekunder
2. Tingkah laku pola pria.
3. Metabolisme anabolik
4. Pengaturan gen
5. Spermatogenesis
6. Diferensiasi seksual.

Kelainan kelenjar gonad
 Hipofungsi kelenjar gonad dimana adanya gangguan pada awal proses maturasi juga adanya regresi dari ciri-ciri seks yang sebelumnya berkembang normal.

0 komentar:

Posting Komentar